Berjalan di Rel, Nenek Tewas Tertabrak KA Argo Wilis di Karanganyar

Berjalan di Rel, Nenek Tewas Tertabrak KA Argo Wilis di Karanganyar
Seorang wanita bernama Ngatinem (67), warga Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar meninggal dunia setelah tersambar Kereta Api (KA) Argo Wilis. Kejadian itu terjadi di emplasemen Stasiun Palur Km 256+2 Jalur Hilir pukul 11.02 WIB.

Hal itu dibenarkan Manajer Humas KAI Daop 6 Jogja, Franoto Wibowo. KA Argo Wilis itu melaju dari Surabaya menuju Bandung.

“KAI turut prihatin atas kejadian tersebut. Selanjutnya korban dievakuasi oleh Unit Pengamanan dan kemudian ditangani oleh pihak Kepolisian,” kata Franoto, saat dihubungi detikJateng, Sabtu (15/7/2023).

Fran mengimbau agar masyarakat tidak berkegiatan di jalur kereta api. Hal tersebut sesuai dengan pasal 181 ayat (1) UU 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Dalam ayat (1) pasal tersebut menyatakan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api; menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api; atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api.

KAI akan terus melakukan imbauan keselamatan di jalur KA sebagai upaya preventif dalam rangka menekan angka kecelakaan.

“Demi keselamatan bersama, kami mengimbau dan meminta partisipasi masyarakat di sekitar jalur rel KA agar memperingatkan orang agar tidak beraktivitas di jalur KA karena sangat membahayakan diri sendiri maupun perjalanan Kereta Api,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Ps Kasubsi Penmas Polres Karanganyar Bripka Aditya Prima Sakti menuturkan, korban sempat berjalan di atas rel dari arah selatan menuju utara. Hingga saat KA melintas, tubuhnya tersambar KA dan ditemukan meninggal dunia.

“Oleh saksi, korban sempat diteriaki karena ada KA yang akan melintas namun korban tidak mendengar. Saksi hendak mencoba mengejar korban, tapi KA sudah dekat,” kata Sakti.

Dia mengatakan, keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai suatu musibah, sehingga menolak dilakukan autopsi. Sehingga jasad korban diminta keluarga untuk dimakamkan.

sumber detik.com