Emak-Emak Tewas Mengenaskan di Pinggir Rel Kapanewon Wates Kulon Progo, Diduga Tertabrak Kereta Api

Emak-Emak Tewas Mengenaskan di Pinggir Rel Kapanewon Wates Kulon Progo, Diduga Tertabrak Kereta Api
Jenazah perempuan ditemukan tewas di rel kereta api pada Pedukuhan Dipan, Kalurahan Wates, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Beberapa bagian tubuh hancur mengenaskan. Dengan luka seperti itu, diduga korban tertemper kereta api yang lewat.

“Dugaan peristiwa orang meninggal karena tertabrak kereta api,” kata Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Kepolisian Resor Kulon Progo, Iptu Triatmi Noviartuti (Novi), Senin (5/6/2023).

Petugas pengamanan (PAM) Stasiun Wates menemukan jazad itu di kawasan rel belakang RSUD Wates sekitar pukul 05.21 WIB, dua kilometer di Barat Stasiun Wates.

Jasad tergeletak hanya beberapa meter dari perlintasan sebidang yang telah ditutup.

Petugas PAM Stasiun Wates, Imam Mukhlis menceritakan, awalnya petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) di stasiun menerima kabar ada jasad di Barat sinyal masuk stasiun. Masinis Kereta Api (KA) Bandara mengabarkan hal ini saat dalam perjalanan menuju Stasiun Yogyakarta.

Dalam laporannya, masinis mengatakan kalau jasad itu sudah tergeletak ketika KA Bandara lewat.

“(Tubuh itu) sudah ada. Info dari KA bandara itu sudah kejadian yang laporan. (Jadi) yang nemper itu bukan KA Bandara ke Timur. Mungkin yang nemper itu KA apa tidak tahu,” katanya.

Muklis mengatakan, PPKA mengabarkan informasi ini pada petugas PAM untuk meluncur ke Barat. Benar saja, petugas menemukan jasad tertelungkup. Wajah sudah tidak bisa dikenali.

Petugas PAM melaporkan temuan ini ke stasiun. Informasi itu juga terus mengalir ke polisi hingga PMI Kulon Progo. Polisi tiba lalu mengolah tempat kecelakaan, sementara PMI mengevakuasi korban dan beberapa bagian tubuh yang terlepas ke RSUD Wates.

Tidak ditemukan identitas apapun di lokasi. Hanya sepasang sandal biru dengan garis putih yang tergeletak di sekitar lokasi. Tidak lama, seorang pemuda yang mengaku kehilangan kerabatnya membenarkan, itu sandal anggota keluarga yang tengah dicari.

Dari sandal itu, pemuda ini pergi ke ruang jenazah RSUD Wates. Ia meyakini kalau korban benar seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Fitri Wijiastuti (41) asal Tambak, Kalurahan Triharjo, Kapanewon Wates.

“Sesampainya di ruang jenazah RSUD Wates, pihak keluarga membenarkan jika orang tersebut adalah Fitri Wijiastuti,” kata Novi.

sumber kompas.com