Kecelakaan di Jalan Denpasar-Gilimanuk, Tabrakan Motor Adu Banteng, Pelajar SMA Tewas Saat Berangkat Sekolah

Kecelakaan di Jalan Denpasar-Gilimanuk, Tabrakan Motor Adu Banteng, Pelajar SMA Tewas Saat Berangkat Sekolah
Kecelakaan lalu lintas maut melibatkan dua sepeda motor terjadi di Jalan Umum Denpasar-Gilimanuk, Lingkungan Penginuman, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, Jumat (30/9) pagi.

Akibat kecelakan adu jangkrik ini, salah satu pengendara meninggal dunia di TKP. Sementara satu pengendara lainnya mengalami luka berat. Korban tewas dalam kecelakaan ini adalah pengendara motor Honda Scoopy Nopol DK 3097 ZG, I Putu Indra Wardana Putra,17, yang merupakan pelajar SMA asal Lingkungan Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk. Sementara korban luka berat adalah pengendara motor Honda Vario Nopol DK 4847 ADL, Daniel Sahuleka,31, asal Dusun Krajan Utara, Desa Balung, Kecamatan Kedit, Situbondo, Jawa Timur (Jatim).

Dari informasi, kecelakaan maut di Jalan Umum Denpasar-Gilimanuk kilometer 123-124 ini terjadi pada pukul 06.05 Wita. Kejadian berawal dari motor Scoopy yang dikendarai Indra Wardana, melaju dari arah barat ke timur atau dari arah Gilimanuk menuju Denpasar. Saat itu, korban Putu Indra Wardana dalam perjalanan menuju sekolahnya ke SMAN 1 Melaya.

Nah, saat mendekati TKP pada situasi jalan lurus dengan terdapat aspal bergelombang di jalur sebelah utara, motor Scoopy yang melaju dengan kecepatan tinggi sempat melewati jalan bergelombang tersebut. Begitu menyapu jalan bergelombang itu, motor Scoopy bergerak oleng ke kanan hingga melewati garis as tengah jalan.

Sialnya di waktu bersamaan itu, dari arah berlawanan datang motor Vario yang dikendarai Daniel. Pengendara motor Vario yang telah melaju sesuai jalurnya itu sempat berusaha menghindar ke kanan. Namun karena jarak yang begitu dekat, tabrakan pun tidak terhindarkan hingga keduanya terjatuh ke sisi yang berlawanan.

Indra Wardana yang terjatuh ke bahu jalan sebelah selatan, mengalami sejumlah luka berat. Di antaranya luka robek pada dahi kiri, lecet pada dahi kanan, memar pada dada, tanda patah pada pergelangan tangan kiri, robek pada tangan kiri, memar pada perut, serta pendarahan dari telinga dan hidung. Dia pun dinyatakan meninggal dunia di TKP.

Sedangkan Daniel yang terjatuh ke bahu jalan sebelah utara, masih berhasil selamat. Namun dia pun mengalami sejumlah luka berat. Selain kesadaran menurun, Daniel yang juga dilarikan ke UGD RSU Negara diketahui mengalami luka robek pada pelipis kanan, tanda patah pada lengan bawah kiri, tanda patah pada kaki kanan, lecet pada dada, serta pendarahan dari hidung dan mulut.

Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Aan Saputra mengatakan setelah menerima laporan kecelakaan maut itu, jajarannya sudah langsung turun melakukan olah TKP dan membantu evakuasi terhadap kedua korban. Dari hasil pemeriksan saksi-saksi, kecelakaan itu diduga terjadi karena kurang hati-hatinya pengendara motor Scoopy yang sempat menyapu jalan bergelombang di TKP.

“Juga ada faktor jalan bergelombang. Saat lewat jalan bergelombang itu, pengendara motor Scoopy juga ngebut sehingga oleng dan masuk jalur berlawanan,” ucap AKP Aan. Selain menyebabkan satu orang tewas dan satu orang luka berat, kata AKP Aan, kecelakaan adu jangkrik itu menyebabkan kerugian material sekitar Rp 10 juta. Pasalnya kedua motor korban yang juga sempat terpental ke bahu jalan itu, mengalami kerusakan cukup parah. *ode

sumber nusabali.com