Perlintasan tanpa palang pintu kembali memakan korban. Kali ini terjadi di daerah Cangkring Malang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Sebuah truk colt diesel S 8823 NE yang disopiri Subari (44), warga Mojosari, Kabupaten Mojokerto, ditabrak kereta api (KA).
Kecelakaan KA di perlintasan rel tanpa palang pintu terjadi Kamis, 2 Mei 2024 sekitar pukul 05.00 WIB. Truk bermuatan kardus itu disasak pada bagian depannya. Hampir semua bodi depan truk ringsek tak berbentuk.
Hanya nasib baik masih berpihak pada sopir. Subari mengalami luka memar dan lecet akibat benturan keras KA pada bodi truknya. Ia selamat dari maut usai terlempar beberapa meter dari truk yang ia sopiri.
Sopir sempat tidak sadarkan diri. Oleh petugas kepolisian dibantu warga kemudian mengevakuasi sopir ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Menurut keterangan warga, Sohib (45), kereta api dan truk sama-sama berjalan dari arah barat. Namun pada saat kejadian masih sepi dari aktivitas warga. Biasanya ada relawan yang menjaga di dekat perlintasan KA. Namun karena waktu masih terlalu pagi, belum terlihat relawan saat itu.
“Truk dan kereta api sama-sama dari barat. Sopir truk tidak mengetahui jika saat melintasi rel ada KA yang tengah melintas juga dari arah barat,” kata Sohib usai kejadian, Kamis, 2 Mei 2024.
Bagian depan truk mengalami rusak parah akibat diseruduk KA Jayabaya itu. KA jurusan Pasar Senen-Malang itu akan berhenti di Stasiun Bangil. Namun, di tengah perjalanan di Cangkring Malang terkendala dengan musibah tersebut.
Warga Lainnya, Mustohid (46) juga mengatakan jika sopir diduga tidak berkonsentrasi ketika akan melintasi pintu perlintasan KA tanpa palang pintu di Cangkring Malang.
“Tadi pas sadar, sopirnya tadi mengaku masih ngantuk. Sehingga tidak konsentrasi ketika membawa kendaraannya,” ujar Mustohid.
Petugas Polsek Beji dan Polsuska yang datang ke lokasi kejadian segera mengevakuasi korban. Ia dilarikan ke Rumah Sakit Pusdik Brimob. Petugas juga melakukan penyelidikan penyebab terjadinya kecelakaan tersebut.
Perlintasan KA tanpa palang pintu yang berada di Desa Cangkring Malang, Kecamatan Beji, memang kerap menyebabkan kecelakaan. Banyak pengendara motor atau mobil yang tidak menyadari adanya KA yang sedang melintas. Hal ini karena jalan yang dilalui kendaraan nyaris bersamaan dengan arah perlintasan KA tersebut.
Warga Desa Cangkring Malang berharap pihak PT KAI memasang pintu perlintasan KA agar ke depan tidak ada lagi korban kecelakaan yang disebabkan dengan ketidaktahuan jadwal KA yang akan melintas.
Warga mengimbau jika pada tengah malam atau menjelang pagi ketika melintas rel tetap berhati-hati mengingat petugas atau relawan penyeberangan tidak ada pada jam tersebut.
sumber disway id